Mengurung segumpal darah di tempantya bergantung
Menyumpat udara yang memberi kehidupan
Membunuh keberanian yang pernah menguasai diri
Apa daya aku hanya manusia
Pada malam aku berbagi pilu
Tentang siang yang sama sekali tak indah
Tentang angin berhawa panas yang mengikuti setiap langkah
Lantas malam sepertinya tak pintar bersimpati
Memang tak panas tapi beku tulang karenanya
Apa daya aku manusia
Malam berlalu, tapi gelap tak bergeming
Kegelapan itu bertengger dalam seonggok darah
Menelan bulat-bulat nyali yang menciut
Tak ada satupun kesombongan mampu beralih
Pada siang terik aku bersumpah serapah
Tentang malam yang sama sekali tak bersahabat
Tentang awan hitam yang menghalangi keagungan bintang
Lantas siang sama sekali tidak empati
Hanya daun yang bergoyang seolah tak perduli
Apa daya aku manusia