Apa Daya Aku Manusia, Puisi Tentang Manusia Sebatang Kara

May 17, 2015 Posted by Edutafsi ,
Malam berlalu, tapi gelap tetap bertengger
Mengurung segumpal darah di tempantya bergantung

Menyumpat udara yang memberi kehidupan
Membunuh keberanian yang pernah menguasai diri
Apa daya aku hanya manusia

Pada malam aku berbagi pilu
Tentang siang yang sama sekali tak indah

Tentang angin berhawa panas yang mengikuti setiap langkah
Lantas malam sepertinya tak pintar bersimpati

Memang tak panas tapi beku tulang karenanya
Apa daya aku manusia

Malam berlalu, tapi gelap tak bergeming
Kegelapan itu bertengger dalam seonggok darah

Menelan bulat-bulat nyali yang menciut
Tak ada satupun kesombongan mampu beralih

Pada siang terik aku bersumpah serapah
Tentang malam yang sama sekali tak bersahabat

Tentang awan hitam yang menghalangi keagungan bintang
Lantas siang sama sekali tidak empati

Hanya daun yang bergoyang seolah tak perduli
Apa daya aku manusia