Dengan Harap Kita Menjemput Pagi, Puisi Kerinduan

May 23, 2015 Posted by Edutafsi , ,
Entah apa yang terjadi, tak lagi dapat kita berbagi visi
Semua yang pernah jadi milikmu milikku hanya tinggal kenangan

Sekalipun mencoba, hanya melukai lebih dalam lagi
Tangis dalam pelukanpun tak senyaman dulu

Ketika fikiran dan hati masih dapat disatukan
Langkah kita berpencar tak tentu arah

Terkadang menyesal hanya mendorong kita lebih sengsara
Meski berulang, tak akan pernah habis difikir

Berpantang kembali tak mengalahkan gengsi
Sekalipun mati hidup hanya tuk sekali

Dalam gelisah kadang kita hanya bertanya
Cukup adilkah jalan yang memaksa untuk dilalui

Jikalau suratan menghendaki demikian
Maka bukankah semua mungkin sebuah hukuman
Wujud cinta atas apa yang pernah berlalu

Cinta dan benci yang bersemayam, sama besar
Saling menguatkan di saat tak mampu bertahan

Buta mencinta, bencipun membabi buta
Sebesar biji jagung, sudah cukuplah untuk matikan rasa

Biarkan malam ini mati sementara
Esok kita menjemput pagi dengan harapan