Semua yang pernah jadi milikmu milikku hanya tinggal kenangan
Sekalipun mencoba, hanya melukai lebih dalam lagi
Tangis dalam pelukanpun tak senyaman dulu
Ketika fikiran dan hati masih dapat disatukan
Langkah kita berpencar tak tentu arah
Terkadang menyesal hanya mendorong kita lebih sengsara
Meski berulang, tak akan pernah habis difikir
Berpantang kembali tak mengalahkan gengsi
Sekalipun mati hidup hanya tuk sekali
Dalam gelisah kadang kita hanya bertanya
Cukup adilkah jalan yang memaksa untuk dilalui
Jikalau suratan menghendaki demikian
Maka bukankah semua mungkin sebuah hukuman
Wujud cinta atas apa yang pernah berlalu
Cinta dan benci yang bersemayam, sama besar
Saling menguatkan di saat tak mampu bertahan
Buta mencinta, bencipun membabi buta
Sebesar biji jagung, sudah cukuplah untuk matikan rasa
Biarkan malam ini mati sementara
Esok kita menjemput pagi dengan harapan