Mei Basah, Sebuah Puisi Ungkapan Hati di Bulan Mei

May 06, 2015 Posted by Edutafsi ,
Hujan lagi, lagi-lagi hujan
Persinggahan seperti menjelma menjadi negeri di atas awan
Dari kejauhan mata-mata gedung mengintip malu
Di sela-sela petir angin mencoba berbisik
Daun jendela yang menggingil berdecit tak jelas
Jangan nangis kalau kena sembur hujan

Mendung lagi, lagi-lagi mendung
Lorong dan koridor menjelma jadi goa gelap gulita
Dalam telinga hiruk pikuk bersenandung rusuh
Burung hantu berselfie ria dipotret kilat
Petir menggonggong anjing membisu membodoh
Mau nangis malu dilihat banyak orang

10 menit, 20 menit, 1 jam sudah
Hujan terus, terus-terusan hujan tak berhenti
Atap 40 cm terbang ikut-ikutan angin tampilkan badai
Berjam-jam bertapah akhirnya basah juga
Kampret!

Banjir lagi, lagi-lagi banjir
Selokan muntah berubah jadi sungai musi
Tak cuma petir, klaksonpun tak berhenti berteriak
Mau marah takut dikeroyok
Kampret!