Bayangan Di Balik Jendela, Puisi Tentang Dunia Lain

April 30, 2015 Posted by Edutafsi ,
Pada awan putih yang menggantung di langit aku bertanya
Mampukah malam ini terang bertahan?
Ketika mentari menatap bumi dengan tatapan pilu
Di balik jendela, menggantung bayangan hitam
Bersama angin, ia lambaikan tangan tuk menyerah
Jauh dari jangkauan, jerit memecah sunyi

Pada angin malam yang mengepung sunyi aku meminta
Bisakah berhenti saat aku berjalan?
Ketika kepala lebih berat daripada beban
Di bawah lampu jalan, terbuka sebuah jendela
Bersama suara jangkrik, ia suarakan isi kepalanya
Tepat di depan hidung, busuk membunuh selera
Pada rintik hujan yang memecah pasir aku menyeru
Bisakah hapuskan dingin yang menusuk?
Ketika bibir bergerak tak tentu dengan sendirinya
Di bawah ranting beringin, berdiri tepat di depan jendela
Bersama aliran sungai, ia teteskan keluh kesah
Bertengger sesaat di pipi tuk jatuh kemudian

Pada daun kering yang memelas kasih aku berujar
Akankah semua berakhir dengan caranya?
Ketika tulang tak lagi sanggup menopang tubuh
Di balik jendela, tersenyum makhluk kecil bersayap
Bersama kehangatan terpendar cahaya di sisinya
Melayang hinggap pelukmu bersama damai